Peran
komputer dalam dunia pendidikan
Dengan bantuan sebuah proyektor kini komputer jinjing dapat digunakan
sebagai alat untuk mempresentasikan sebuah ide ataupun gagasan, biasanya banyak
digunakan dalam rapat pembangunan dan juga mahasiswa yang mempresentasikan
hasil penelitian mereka.
2. Pendahuluan Pendidikan generasi muda
dalam membentuk sumber daya manusia yang potensial merupakan kunci utama
kemajuan suatu bangsa. Inti pendidikan itu sendiri pada dasarnya adalah proses
alih informasi dan nilai‑nilai yang ada. Selama proses ini terjadi, pengalaman
dan penalaran pengambilan keputusan seseorang akan bertambah baik. Hasil akhir
suatu proses pendidikan adalah terbentuknya seseorang yang mampu berdiri
sendiri, bekerja dan tak pernah berhenti untuk belajar serta mengembangkan apa
yang telah diperolehnya. Kami berpendapat bahwa hambatan yang ada umumnya hanya
berkisar pada "tak kenal maka tak sayang". Penanggulangan
permasalahan ini, khususnya yang berkaitan dengan pendidikan komputer akan
dibahas dalam tulisan ini. Proses belajar mengajar dalam dunia pendidikan
secara umum melibatkan empat buah komponen utama, yaitu murid,
"guru", lingkungan belajar dan materi pelajaran. Keempat komponen ini
mempengaruhi murid dalam mencapai tujuan belajarnya. Tentunya setiap muraid
mempunyai berbagai tingkat kemampuan yang berlainan ditinjau dari aspek daya
tangkap, pengetahuan yang dimilikinya dalam bidang yang akan dipelajari (prior
knowledge), motivasi belajar, ketrampilan belajar (learning skill), tujuan utk
belajar dll.
3. Komputer Alat Bantu ProsesPendidikan Penggunaan
komputer dalam pendidikan di AS antara lain disebabkan oleh adanya kebutuhan AS
utk mengajar murid yang jumlahnya besar dalam waktu yang singkat. Komputer
pertama kali dipakai sebagai media pendidikan di pabrik-pabrik, bukan
disekolah. Seperti diketahui AS juga pernah secara gencar menggunakan media TV
utk mengajar, tetapi hasilnya ternyata tidak seperti yang diinginkan. Mula-mula
program belajar dengan komputer (courseware) tampil dalam bentuk latihan soal,
tutorial, dan simulasi hukum-hukum alam. Dengan makin berkembangnya kemampuan
komputer (misalnya dalam menampilkan gambar), perangkat lunak latihan soal
dirasakan tidak memanfaatkan kemampuan sesungguhnya yang ada pada komputer.
Keadaan bertambah runcing dengan perkembangan pengetahuan di bidang kognitif,
seperti munculnya teori-teori tentang human information processing. Akibatnya
para ahli dibidang komputer dan kognitif melihat bahwa komputer untuk
pendidikan dapat berfungsi lebih dari sekedar alat mempresentasikan materi
pelajaran. Komputer harus dapat meningkatkan cara berfikir seseorang. Hal ini
dapat dicapai misalnya dengan bantuan bidang AI (artificial intelligence).
4. Strategi MemasyarakatkanKomputer Pemakaian
komputer di Indonesia pada umumnya masih berkisar sebagai alat bantu dalam
merepresentasikan informasi. Berawal dari keadaan ini, pengembangan perlu
dilakukan berpegang pada hipotesa bahwa komputer hanyalah alat bantu untuk
merepresentasikan informasi. Hambatan utama yang ada umumnya hanya karena
masalah‑masalah "tak kenal maka tak sayang". Hal ini menimbulkan
berbagai hal seperti buta komputer, perasaan takut pada komputer dsb. Proses
pengenalan tentunya memakan waktu dan perlu dilakukan secara bertahap. Apalagi
untuk tingkat sekolah dasar dan menengah, prinsip belajar sambil bermain yang
merangsang untuk berani mengambil resiko perlu diterapkan. Hal‑hal ini
diharapkan menimbulkan kesadaran akan keterbatasan dan kemampuan komputer, cara
pemanfaatan komputer sebaik mungkin. Langkah yang umum dilakukan di lembaga
pendidikan komputer yang ada di Indonesia sering menitikberatan pada jumlah
materi yang diberikan tanpa penekanan pada pemahaman proses dan peningkatan
cara berfikir. Orang sering berfikir bahwa semakin banyak bahasa komputer yang
diajarkan semakin baik. Keadaan semakin memburuk dengan banyaknya orang yang
mengikuti kursus komputer hanya untuk mengejar sertifikat untuk mencari
pekerjaan. Kemauan untuk mengembangkan diri, berani belajar dan mengambil
resiko tidak terlalu ditekankan
5. Tahap MemasyarakatkanKomputer1. Tahap awal
adalah memahami pengoperasian komputer. Disini diperkernalkan berbagai konsep
tentang komputer mulai dari istilah, perintah, cara kerja, konfigurasi yang
digunakan. Hal ini dapat dilakukan sedini mungkin sejak sekolah dasar atau
sekolah menengah pertama. Salah satu issu yang juga menarik dibicarakan adalah
upaya pengindonesiaan baik istilah maupun pemrograman komputer. 2. Pada tahap
ini ditanamkan keuntungan‑keuntungan yang bisa diperoleh dengan adanya alat
bantu komputer. Pemahaman dilakukan melalui contoh penggunaan program aplikasi
untuk memperestasikan informasi seperti program pemroses kata, desktop
publishing atau merancang dan menggambar menggunakan komputer (computer aided
design). Karena sifat program‑program ini yang umumnya cukup mudah
dioperasikan, perasaan takut untuk menghadapi komputer dapat dikikis sedikit
demi sedikit dan diganti perasaan senang bekerja menggunakan komputer. Pada
tahap ini, murid baru menerima komputer sebagai alat bantu.
6. Tahap MemasyarakatkanKomputer 3. Khususnya
untuk pelajar‑pelajar tingkat sekolah dasar atau menengah. Pemahaman pelajaran
dapat dilakukan dengan bantuan komputer. Beberapa program aplikasi yang ada
dapat digunakan keperluan tersebut. Sebagai contoh untuk pelajaran matematika
program aplikasi simbolik matematik seperti MACSYMA [1] atau MAPLE [2] dapat
digunakan. Contoh penggunaan ke dua program tersebut misalnya dalam
pemfaktoran, penghitungan akar persamaan kuadratis maupun kubik, operasi
matriks, solusi persamaan linear beberapa buah anu, kalkulus differensial dan
integral. Hasil perhitungan tersebut dapat disajikan di kelas pada saat
pengajar menerangkan beberapa topik misalnya, persamaan gerak lurus, rangkaian
listrik, populasi penduduk, penghitungan bunga uang dan sebagainya4. Tahap
selanjutnya adalah mengembangkan kemampuan siswa untuk bekerja dan menganalisa
masalah menggunakan komputer. Pada tahapan ini konsep‑konsep seperti basis
data, aplikasi tabel (spread‑sheet) untuk membantu pemecahan masalah dapat
diketengahkan. Kemampuan untuk meninjau informasi yang ada dan memformulasikan dalam
program aplikasi yang digunakan dapat dikembangkan. Disini, murid- murid
diberikan pengenalan secara umum perangkat yang ada di komputer
7. Tahap MemasyarakatkanKomputer5. Jika prasarana
fisik memungkinkan, pada tahapan ini diketengahkan konsep bermasyarakat
menggunakan komputer. Sarana fisik jaringan komputer mutlak diperlukan untuk
memungkinkan hal ini terjadi. Konsep‑konsep untuk berdiskusi secara elektronik,
tata‑cara yang digunakan, kemungkinan bekerjasama secara elektronis dapat
dikembangkan disini. Tingkat ini mungkin akan berjalan baik pada tingkat
mahasiswa universitas atau tingkat lainnya yang lebih tinggi. Kerjasama secara
elektronis antar berbagai lembaga penelitian ‑ industri ‑ perguruan tinggi akan
menjadi kenyataan disini.6. Pada tahap akhir, kemampuan untuk membuat sendiri
program‑program yang dibutuhkan dapat dikembangkan. Teknik pemrograman yang
baik, misalnya menggunakan sifat‑sifat yang modular, object oriented dsb. dapat
diketengahkan.
8. PERANAN TEKNOLOGI DALAMDUNIA PENDIDIKAN KITA,
KINI DANDULU Dahulu kala di zaman yang kata orang serba susah, di zaman yang
katanya orang makan pelepah daun pisang dan sebagainya, pendidikan merupakan
hal yang penting di kalangan kaum pemuda saat itu. Tengok saja Sukarno, Hatta,
Sutomo, dan yang lainnya. Ditengah zaman yang carut-marut dalam arti
sebenarnya, mereka-mereka masih memikirkan pendidikan. Tanpa buku yang layak
untuk belajar, (kalaupun ada hanyalah “sabak”). Tanpa ada kesempatan yang luas
untuk saling berbagi dan berdiskusi tentang suatu topik. Kesempatan bangsa ini
sangat terbatas untuk belajar. Hanya orang-orang tertentu yang diperbolehkan
Belanda untuk sekolah. Itupun hanya tingkat rendah. Selebihnya jika ada
beberapa pemuda zaman dulu yang belajar hingga tingkat tinggi adalah hasil dari
perjuangan mereka yang sangat gigih. Bila malam, mereka tentu tidak bisa
belajar. Tahu sendirilah bagaimana PLN saja saat itu belum lahir. Belum lagi
bila ada pergolakan yang terjadi. Maklum saja, zaman perang memang tidak bisa
diprediksi dengan baik. Maksud hati ingin belajar, eh keadaan keamanan sedang
gawat. Jadi, ya tahu sendirilah bahwa selain waktu yang sangat terbatas untuk
belajar, kesempatan untuk semakin mengembangkan diri juga tidak ada. Mereka
memang nyaris tidak pernah tersentuh oleh teknologi
9. APLIKASI NON PENGAJARANCONT.• CAT (Computer
Assisted Testing) • Ujian berbantuan komputer • Sebagai pengganti kertas ujian
• Tanya jawab interaktif• CAG (Computer Assisted Guidance) • Pengarahan
berbantuan komputer membantu user dalam pengambilan keputusan. • Contoh : Penggunaan
Internet• CMI (Computer Managed Instruction) • Belajar dengan dikelola komputer
• Contoh : perencanaan kuliah, belajar, ujian. • Komputer langsung memantau
kegiatan dan prestasi mahasiswa.
10. APLIKASI PENGAJARAN CONT.• CAI
(Computer Assisted Instruction)• Jenis Aplikasi CAI : • Latih dan Praktek
(Drill and Practice)• Menguji tingkat pengetahuan siswa. • Penjelasan
(tutorial)• Untuk materi ajaran baru, siswa dapat berinteraksi dengan komputer.
• Simulasi• Digunakan untuk mengkaji permasalahan yang rumit. • Pemainan
(game)• Agar bisa mendapat pengetahuan dengan santai.